Ketahanan Nasional
- Latar Belakang
Masalah
Ketahanan nasional Indonesia adalah
kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional
yang terintegrasi,berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional,dalam menggapai dan mengatasi segala tantangan,
ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang dating dari luar dan dari dalam untuk
menjamin identitas,integrasi,kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta
perjuangan mencapai tujuan nasional.
Konsepsi ketahanan nasional adalah
konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan
kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh
aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan UUD 1945 dan wawasan
nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk
meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan
mengembangan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
- TUJUAN NASIONAL
Tujuan ketahanan nasional pada
dasarnya untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (AHTG).
Jadi semakin kuat ketahanan nasional suatu bangsa semakin dapat menjamin
kelangsungan hidup atau survival hidup suatu bangsa dan Negara.
Oleh karena itu, sekarang yang dibutuhkan adalah bagaimana membangun ketahanan nasional nasional secara bottom up approach melalui pembinaan tingkat ketahanan dari mulai ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan lingkungan, ketahanan keluarga dan ketahanan pribadi.
Dengan pembangunan ketahanan nasional melalui pendekatan dari bawah maka diharapkan dapat tercapai kondisi keamanan nasional yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dan sekaligus pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.
Oleh karena itu, sekarang yang dibutuhkan adalah bagaimana membangun ketahanan nasional nasional secara bottom up approach melalui pembinaan tingkat ketahanan dari mulai ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan lingkungan, ketahanan keluarga dan ketahanan pribadi.
Dengan pembangunan ketahanan nasional melalui pendekatan dari bawah maka diharapkan dapat tercapai kondisi keamanan nasional yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dan sekaligus pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.
-
FALSAFAH
& IDEOLOGI NEGARA
I. FALSAFAH KETAHANAN NASIONAL
Falsafah dan ideology juga menjadi
pokok pikiran. Hal ini tampak dari makna falsafah dalam Pembukaan UUD 1945 yang
berbunyi sebagai berikut:
- Alinea pertama menyebutkan:
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan
itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus
dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”
Maknanya: Kemerdekaan adalah hak
asasi manusia.
- Alinea kedua menyebutkan:
“dan perjuangan kemerdekaan
Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa
mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara
Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.”
Maknanya: adanya masa depan yang
harus diraih (cita-cita).
- Alinea ketiga menyebutkan:
“Atas berkat rahmat Allah Yang
Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan
kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
Kemerdekaannya.”
Maknanya: bila Negara ingin
mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat ridlo
Allah yang merupakan dorongan spiritual.
- Alinea keempat menyebutkan:
“Kemerdekaan dari pada itu untuk
membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan social, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam susunan Negara Republik Indonesia
yang berkedaulatan rakyat.
-
IDEOLOGI
NEGARA
Ideologi = Suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang
memberikan motivasi.
Dalam Ideologi terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa. Keampuhan ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Suatu ideologi bersumber dari suatu aliran pikiran/falsafah dan merupakan pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.
1. IDEOLOGI DUNIA
A. Liberalisme(Individualisme)
Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat (kontraksosial). Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa terkecuali atas persetujuan dari yang bersangkutan. Tokoh: Thomas Hobbes, John Locke, J.J. Rousseau, Herbert Spencer, Harold J. Laski
B. Komunisme(ClassTheory)
Negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain.
Golongan borjuis menindas golongan proletar (buruh), oleh karena itu kaum buruh dianjurkan mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis & borjuis, dalam upaya merebut kekuasaan / mempertahankannya, komunisme,akan:
1. Menciptakan situasi konflik untuk mengadu golongan-golongan tertentu serta menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
2. Atheis, agama adalah racun bagi kehidupan masyarakat.
3. Mengkomuniskan dunia, masyarakat tanpa nasionalisme.
4. Menginginkan masyarakat tanpa kelas, hidup aman, tanpa pertentangan, perombakan masyarakat dengan revolusi.
C. Paham Agama
Negara membina kehidupan keagamaan umat dan bersifat spiritual religius. Bersumber pada falsafah keagamaan dalam kitab suci agama. Negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupan dunia.
2. IDEOLOGI PANCASILA
Merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia. Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.
Dalam Ideologi terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa. Keampuhan ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Suatu ideologi bersumber dari suatu aliran pikiran/falsafah dan merupakan pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.
1. IDEOLOGI DUNIA
A. Liberalisme(Individualisme)
Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat (kontraksosial). Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa terkecuali atas persetujuan dari yang bersangkutan. Tokoh: Thomas Hobbes, John Locke, J.J. Rousseau, Herbert Spencer, Harold J. Laski
B. Komunisme(ClassTheory)
Negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain.
Golongan borjuis menindas golongan proletar (buruh), oleh karena itu kaum buruh dianjurkan mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis & borjuis, dalam upaya merebut kekuasaan / mempertahankannya, komunisme,akan:
1. Menciptakan situasi konflik untuk mengadu golongan-golongan tertentu serta menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
2. Atheis, agama adalah racun bagi kehidupan masyarakat.
3. Mengkomuniskan dunia, masyarakat tanpa nasionalisme.
4. Menginginkan masyarakat tanpa kelas, hidup aman, tanpa pertentangan, perombakan masyarakat dengan revolusi.
C. Paham Agama
Negara membina kehidupan keagamaan umat dan bersifat spiritual religius. Bersumber pada falsafah keagamaan dalam kitab suci agama. Negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupan dunia.
2. IDEOLOGI PANCASILA
Merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia. Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.
- Pengertian Ketahanan ideologi
Yaitu sebagai kondisi
dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang dari
luar/dalam, langsung/tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan
kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.
Untuk memperkuat ketahanan ideologi perlu langkah pembinaan
sebagai berikut:
1. Pengamalan Pancasila secara obyektif dan subyektif.
2. Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu direlevansikan dan diaktualisasikan agar mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
3. Bhineka Tunggal Ika dan Wasantara terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk menjaga persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.
4. Contoh para pemimpin penyelenggara negara dan pemimpin tokoh masyarakat merupakan hal yang sangat mendasar.
5. Pembangunan seimbang antara fisik material dan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme
6. Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada anak didik dengan cara mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain
1. Pengamalan Pancasila secara obyektif dan subyektif.
2. Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu direlevansikan dan diaktualisasikan agar mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
3. Bhineka Tunggal Ika dan Wasantara terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk menjaga persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.
4. Contoh para pemimpin penyelenggara negara dan pemimpin tokoh masyarakat merupakan hal yang sangat mendasar.
5. Pembangunan seimbang antara fisik material dan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme
6. Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada anak didik dengan cara mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain
- ASAS – ASAS KETAHANAN NASIONAL
Asas ketahanan nasional Indonesia
adalah tata laku yang didasari nilai-nilai hukum yang tersusun didalam
Pancasila, UUD 1945, dan wawasan nasional yang terdiri dari:
1. Asas kesejahteraan dan
keamanan
Kesejahteraan dan keamanan merupakan
kebutuhan dasar dan esensial bagi manusia secara perorangan maupun secara
berkelompok dalam masyarakat, bangsa dan negara. Karena itu kesejahteraan dan
keamanan menjadi asas dalam sistem kehidupan nasional beserta nilai
intrinsiknya. Dalam realisasinya, kesejahteraan menjadi titik focus tetapi
dengan tidak mengabaikan keamanan, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu
keduanya harus sama-sama tidak boleh diabaikan dan tetap dibutuhkan pada
kondisi apapun, karena keduanya merupakan parameter tingkat ketahanan nasional
sebuah bangsa dan negara.
2. Asas komprehensif integhral
atau menyeluruh terpadu
Sistem kehidupan nasonal mencakup
semua aspek kehidupan bangsa secara menyeluruh dan tersistem dalam perwujudan
persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras daris eluruh aspek
kehidupan masyarakat, brbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, ketahanan
nasional mancakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh,
menyeluruh dan terpadu atau komprehensif integral.
3. Asas mawas ke dalam dan mawas
ke luar
Sistem kehidupan nasional merupakan
perpaduan antara interaksi aspek kehidupan bangsa. Sistem kehidupan nasional
juga berinteraksi dengan lingkungan luar terutama dengan lingkungan yang ada
disekitarnya. Karena dari itu setiap proses interaksi pasti akan timbul
berbagai dampak yang baik maupun dampak yang buruk bagi kehidupan bangsa itu
sendiri. Untuk itu perlu adanya sikap mawas ke dalam dan mawas ke luar.
A. Mawas ke
dalam
B. Mawas ke luar
4. Asas kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung nilai keadilan, kearifan, kebersamaan, gotong-royong, tenggang rasa, kepedulian antar sesama, saling membantu, saling menghormati dan menghargai juga saling bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dihargai dan dihormati serta berdampingan secara serasi dalam hubungan kemitraan dan dijaga supaya tidak terjadinya konflik yang berujung saling merugikan antara 2 pihak negara atau lebih dan dapat saling menghancurkan satu sama lain.
Asas kekeluargaan mengandung nilai keadilan, kearifan, kebersamaan, gotong-royong, tenggang rasa, kepedulian antar sesama, saling membantu, saling menghormati dan menghargai juga saling bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dihargai dan dihormati serta berdampingan secara serasi dalam hubungan kemitraan dan dijaga supaya tidak terjadinya konflik yang berujung saling merugikan antara 2 pihak negara atau lebih dan dapat saling menghancurkan satu sama lain.
- SIFAT-SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Ketahanan nasional memiliki sifat yang
terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya
yaitu:
1.
Mandiri
Kemandirian juga berarti mempunyai
kemampuan dalam tindakan dan berfikir yang lebih dewasa dan dapat bertanggung
jawab dalam setiap tindakannya. Kemandirian merupakan prasyarat untuk menjalin
kerjasama dengan negara lain untuk memperoleh hal yang saling menguntungkan
dalam perkembangan global.
2. Dinamis
Ketahanan nasional tidak bersifat tetap melainkan dinamis atau dapat meningkat ataupun dapat menurun tergantung dengan situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategisnya yang sedang terjadi. Seperti pada pengertian dan hakikatnya sendiri yaitu segala sesuatu didunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu selalu senantiasa berubah pula. Maka dari itu, usaha untuk meningkatkan pertahanan nasional harus selalu diprioritaskan dan diorientasikan ke masa depan untuk mengkembangkan kondisi kehidupan nasional yang lebih baik lagi.
Ketahanan nasional tidak bersifat tetap melainkan dinamis atau dapat meningkat ataupun dapat menurun tergantung dengan situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategisnya yang sedang terjadi. Seperti pada pengertian dan hakikatnya sendiri yaitu segala sesuatu didunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu selalu senantiasa berubah pula. Maka dari itu, usaha untuk meningkatkan pertahanan nasional harus selalu diprioritaskan dan diorientasikan ke masa depan untuk mengkembangkan kondisi kehidupan nasional yang lebih baik lagi.
3. Wibawa
Keberhasilan dalam sistem ketahanan nasional Indonesia yang ulet, kuat dan tangguh secara berlanjut, berkesinambungan serta seimbang akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi perhatian dari pihak lain. Makin tinggi dan kuatnya ketahanan nasional Indonesia maka makin tinggi pula kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi pula pandangan mengenai bangsa dan negara Indonesia dimata dunia .
Keberhasilan dalam sistem ketahanan nasional Indonesia yang ulet, kuat dan tangguh secara berlanjut, berkesinambungan serta seimbang akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi perhatian dari pihak lain. Makin tinggi dan kuatnya ketahanan nasional Indonesia maka makin tinggi pula kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi pula pandangan mengenai bangsa dan negara Indonesia dimata dunia .
4.
Konsultasi dan kerjasama
Konsep ketahanan nasioanal tidak
mengutamakan sikap konfrontasi dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan
kekuatan fisik semata hanya untuk mencari keuntungan sendiri, tetapi lebih pada
sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai, menghormati dan
mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.
- Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Pada
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Berdasarkan rumusan pengertian
ketahanan nasional dan kondisi kehidupan nasional Indonesia sesungguhnya
ketahanan nasional merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan
nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu.
hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan yaitu :
• aspek yang berkaitan dengan alamiah bersifat statis meliputi aspek geografi, kependudukan, dan sumber daya alam
• aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat dinamis meliputi aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam.
hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan yaitu :
• aspek yang berkaitan dengan alamiah bersifat statis meliputi aspek geografi, kependudukan, dan sumber daya alam
• aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat dinamis meliputi aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam.
1.Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Keampuhan suatu ideologi tergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat.
Ideologi besar yang ada di dunia adalah :
• Liberalisme
• Komunisme
• Ideologi Pancasila
2. Pengaruh Aspek Politik
Politik berasal dari kata politics dan atau policy artinya berbicara politik akan mengandung makna kekuasaan (pemerintahan) atau juga kebijaksanaan. Pemahaman itu berlaku di Indonesia dengan tidak memisahkan antara politics dan policy sehingga kita menganut satu paham yaitu politik.
3. Pengaruh Pada Aspek Ekonomi
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat , meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa. Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan.
Sistem perekonomian yang dianut oleh suatu negara akan memberi corak dan warna terhadap kehidupan perekonomian dari negara itu. Sistem perekonomian liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh yang datang dari luar.
4. Pengaruh Pada aspek Sosial Budaya
Pengertian sosial pada hakekatnya adalah pergaulan hidup manusia
dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan,senasib,
sepenanggungan dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu.Dengan demikian,
kebudayaan merupakan seluruh cara hidup suatu masyarakat yang manifestasinya
dalam tingkah laku dan hasil dari tingkah laku yang dipelajari dari berbagai
sumber. Masyarakat budaya membentuk pola budaya sekitar satu atau beberapa
fokus budaya.
5. Pengaruh Pada Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya
seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan dalam
mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan
bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Dengan kata lain, adalah keuletan
dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela negara,
suatu perjuangan rakyat semesta, dalam mana seluruh potensi dan kekuatan
ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, militer dan kepolisian disusun dan
dikerahkan secara terpimpin , terintegrasi dan terkoordinasi, untuk menjamin
kelangsungan sistem keamanan nasional.
- Keberhasilan yang Diperoleh dari Ketahanan Nasional
1. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk
perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal
menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka
menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang
dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan
hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
2.Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada
aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan,
sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok
dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai akan
tetapi Iebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela
negara dan cinta tanah air.
Contoh Kasus
Gereja Kristen Indonesia - Yasmin
atau disingkat GKI-Yasmin adalah gerejaKristen
Protestan
yang berdiri di Bogor,
Indonesia
dibawah naungan Gereja Kristen Indonesia yang berpusat di Jakarta.
Gereja ini didirikan di Jalan K.H. Abdullah bin
Nuh, Bogor,
Jawa Barat.
GKI ini memperoleh nama Yasmin karena berlokasi di Perumahan Taman
Yasmin.
Pada tanggal 8 Mei 2001
ditandatangani Perjanjian Perikatan Jual Beli antara PT Inti Innovaco dengan GKI Jawa Barat.
Pihak GKI mengumpulkan tanda tangan dukungan warga selama tahun 2002 sampai
2006 hingga diperoleh 445 buah tanda tangan warga yang mendukung. Pada tanggal
13 Juli 2006, walikota Bogor mengeluarkan IMB GKI Taman Yasmin melalui SK Nomor
645.8-372.
Polemik keberadaan GKI Yasmin bermula
adanya penolakan oleh 30 orang warga Kelurahan Curug Mekar pada tanggal 10
Januari 2006. Pada tanggal 22 Januari 2008, Muspika (Musyawarah Pimpinan
Daerah) beserta 80 tokoh masyarakat Kelurahan Curug Mekar mengadakan rapat dan
hasilnya pada tanggal 25 Januari 2006 mereka melayangkan surat kepada walikota
Bogor untuk mencabut IMB GKI Yasmin. Alasan yang mereka sampaikan adalah adanya
dugaan pemalsuan tanda tangan warga pendukung untuk memperoleh IMB pembangunan
GKI Yasmin. Menanggapi permintaan warga, IMB GKI Yasmin dibekukan melalui Surat
Kepada Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor no. 503/208-DTKP tahun 2008.
Alasan-alasan warga menentang
pembangunan GKI Yasmin adalah: Pembagian dana pembangunan wilayah dan
membagikan transport. Dalam pembagian dana tersebut, warga diminta
menandatangani tanda terima bantuan keuangan, selanjutnya tanda tangan dipotong
dan ditempelkan pada kertas yang kop suratnya berisi pernyataan warga tidak
keberatan atas pembangunan gereja.
- Pembangunan GKI Yasmin tidak memiliki
pendapat tertulis dari Kepala Departemen Agama setempat.
- GKI Yasmin tidak memiliki dan tidak
memenuhi minimal pengguna sejumlah 40 Kepala Keluarga yang berdomisili di
wilayah setempat.
- GKI Yasmin tidak mendapatkan izin dari
warga setempat.
- GKI Yasmin tidak mendapatkan rekomendasi
tertulis dari MUI, Dewan Gereja Indonesia (DGI), Parisada Hindu Dharma,
MAWI, Walubi, Ulama/Kerohanian.
Pihak GKI Yasmin juga tidak dapat
memenuhi ketentuan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri
Nomor 8 dan 9 Tahun 2006, tentang pemberdayaan forum kerukunan umat beragama
dan pendirian Rumah Ibadah yang harus memiliki umat (jamaah) minimal 90 orang
yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan disetujui oleh 60 orang dari umat
agama lain di wilayah tersebut, dan para pejabat setempat (Lurah/Kades) harus
mengesahkan persyaratan ini. Selanjutnya, rekomendasi tertulis diminta dari
Kepala Departemen Agama Kabupaten atau Kotamadya, dan dari Forum Kerukunan Umat
Beragama (FKUB) kabupaten atau kotamadya.
Proses
hukum
Jemaat GKI Yasmin mengajukan
gugatan atas keputusan pembekuan IMB gereja mereka ke Pengadilan TUN Bandung
(2008), Pengadilan Tinggi TUN Jakarta (2009), dan Mahkamah Agung (2010) yang
semuanya dimenangkan oleh mereka. Melalui Putusan Pengadilan TUN Bandung No.
41/G/2008/PTUN.BDG Tanggal 4 September 2008; Putusan Pengadilan Tinggi TUN
Jakarta No. 241/B/2008/PT.TUN.JKT Tanggal 11 Februari 2009; dan Putusan
Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 127 PK/TUN/2009 Tanggal 9 Desember 2010,
surat Ka. DTKP Kota Bogor No. 503/208-DTKP Perihal Pembekuan Izin tertanggal 14
Februari 2008 dibatalkan dan Kepala DTKP mencabut surat pembekuan tersebut.
Walikota Bogor menerbitkan SK No. 503.45-135 Tahun 2006 Tanggal 8 Maret 2011
untuk mencabut surat pembekuan IMB.
Sementara proses hukum
berlangsung, Satpol PP
Kota Bogor
menyegel GKI Yasmin pada tanggal 10 April 2010 sebagai pelaksanaan perintah
Wali Kota. Walikota Bogor menyediakan Gedung Harmoni sebagai pengganti gedung
gereja jemaat GKI Yasmin yang disegel. Namun, semenjak keputusan MA keluar,
mereka mengadakan peribadatan di trotoar hingga badan jalan K.H. Abdullah bin
Nuh sehingga mengganggu pengguna jalan serta melanggar Peraturan Daerah Kota
Bogor No. 8 Tahun 2006 tentang Ketertiban Umum.
ANALISIS:
Intoleransi agama terjadi antara
dan di dalam agama apa saja. Di dalam masyarakat di mana pun saat ini, adanya
pihak yang berbeda atau kondisi plural sudah merupakan kenyataan yang mutlak
dan tidak terhindarkan. Seseorang yang bersosialisasi dan menikmati hasil
kreasi manusia yaitu hasil teknologi, sudah pasti akan bertemu dengan pihak
lain yang berbeda. Perjumpaan dengan pihak yang berbeda ini terjadi di mana
saja dan melalui banyak sarana secara langsung atau tidak langsung. Seseorang
bertemu atau berinteraksi dengan orang lain yang beragama lain secara langsung
dan nyata di sekitar tempat tinggal, di sekolah, tempat kerja, atau bahkan
dalam satu rumah atau keluarga sendiri. Di tempat dan cara yang lain, seseorang
bertemu dan berinteraksi dengan orang beragama lain melalui media massa seperti
tulisan dalam berbagai bentuk, televisi, radio, film dan dalam dunia maya
seperti internet-website atau media online seperti satuharapan.com, dan
jejaring sosial lain, seperti Facebook, Twitter, berbagai bentuk messenger.
Perbedaan latar belakang agama atau ideologi yang ada dalam perjumpaan itu
dapat menimbulkan pandangan dan sikap intoleran yang dapat memicu konflik.
Bagaimana pun atau dengan alasan
apa pun, intoleransi adalah suatu pandangan dan sikap negatif yang berakibat
buruk. Ditambah lagi dengan citra negatif tentang kelompok umat dan juga agama
para pelaku intoleran itu. Jadi sebenarnya, intoleransi membuat pihak-pihak
yang terlibat menjadi korban, termasuk masyarakat umum dan negara atau
pemerintah.
Apalagi, jika direnungkan dengan
akal sehat, apakah Allah memang menghendaki sikap intoleran itu. Tentu setiap
orang beragama akan setuju untuk mengatakan bahwa Tuhan Allah tentu tidak
menghendaki sikap intoleran yang berakibat tidak adanya damai sejahtera bagi
semua. Kecuali ,terhadap tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang
mengakibatkan penderitaan.
Karena sudah merupakan realitas
mutlak dalam masyarakat dan intoleransi tidaklah baik dan benar bagi
kemanusiaan, maka sikap toleranlah yang perlu ada dan diutamakan di dalam
kehidupan umat yang berbeda-beda agama itu. Toleransi di sini mengandung makna
menerima, menghargai dan menghormati keberadaan, hak hidup dan beraktivitas
umat agama lain dengan tanpa syarat, bersedia untuk hidup berdampingan, saling
membantu dan bekerja sama secara aktif dan dinamis untuk kepentingan dan
manfaat yang dirasakan bersama, yaitu kedamaian, ketenteraman serta kemajuan
dan kemakmuran bersama.
Referensi :
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090617003804AAN8oQt
http://politik.kompasiana.com/2013/04/12/ketahanan-nasional-di-indonesia-550764.html
http://www.youtube.com/watch?v=Ha0wRbm7Pp0